Peran Media Massa terhadap Perkembangan Pendidikan Agama Islam

(Ilustrasi: Komunikasibisnismedia.com)

Dapat diketahui bahwa perkembangan media massa di Indonesia saat ini sangatlah pesat. Sebagai media massa, baik media elektonik maupun media sosial/online, memiliki potensi yang strategis dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Konten dari informasi dan pesan yang disampaikan oleh media massa tersebut tentunya sangat beragam karena masing-masing media memiliki kekhasan sebagai media massa umum. Melihat keberadaannya sebagai media massa umum, maka khalayak penggunanya pun juga dari berbagai kalangan yang beragam, termasuk pelajar.

Dari sekian banyak pengguna dari media tersebut tentunya umat Islam, atau mereka yang beragama Islam. Berkaitan dengan ini, maka media massa sebagai pembawa pesan dengan kelebihannya menyasar sekian banyak masyarakat, posisi strategis ini harus bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai media pendidikan dengan tujuan mengembangkan materi tentang pendidikan agama Islam.

Saat ini, seiring berkembangnya zaman, media massa di kalangan pelajar semakin berkembang eksistensinya. Semakin banyak perkembangan baru dalam media massa, maka semakin besar rasa ingin tahu mereka untuk menelusurinya. Bagi para pelajar, media massa sangat besar peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam memanfaatkan media massa, sebagian pelajar juga banyak mengambil manfaat untuk kepentingan edukasi mereka, seperti belajar kelompok, diskusi kelompok, dinamika kelompok dan lain sebagainya. Hal ini memang sesuai dengan fungsi edukasi dari media massa, yaitu media massa berfungsi sebagai agen atau media yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, sehingga keberadaan media massa tersebut menjadi bermanfaat karena berperan sebagai pendidik masyarakat.

Sebagian besar pelajar saat ini banyak memanfaatkan waktunya untuk menikmati fasilitas di media massa, itulah budaya yang merebak di kalangan pelajar terhadap media massa saat ini. Media yang digunakan bermacam-macam, seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan telepon pintar (smartphone). Sebagian besar pelajar di Indonesia memang berperan besar dalam perkembangan media, tanpa adanya remaja tentu arah media massa belum dapat berkembang dengan baik. Pelajar dikatakan sebagai pengembang media massa karena—setelah diteliti—penikmat media massa sebagian besar tertuju pada pelajar. Keterkaitan antara pelajar dan media massa juga didominasi oleh pergaulan dan lingkungan sekitar, baik di rumah, sekolah, dan lain sebagainya. Seperti yang kita lihat sekarang, kebanyakan pelajar di Indonesia menggunakan sebagian waktunya untuk menikmati fasilitas media massa. 

Pendidikan agama Islam dengan dikemas sedemikian rupa melalui media diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Selain pengetahuan tentang agama Islam, maka target selanjutnya adalah bagaimana mereka ini bisa menjalankan pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan intensitas dan kontinuitas yang baik, model-model pendidikan agama Islam yang dilakukan melalui media massa diharapkan akan bisa terukur efektivitasnya. Efektivitas yang dimaksud yaitu bagaimana mereka, para penerima pesan dan misi keagamaan ini, khususnya pelajar, bisa mengubah sikap dan perilaku yang baik, beda dengan kondisi sebelum menerima pendidikan keagamaan tersebut.

Namun, kita harus percaya, dari sekian banyak pengguna dipastikan sekian persen akan mampu menangkap dan memahami pesan-pesan yang disampaikan melalui pendidikan agama lewat media ini. Dengan demikian, melalui teori penetrasi media dan kontinuitas, penyampaian pesan-pesan agama akan mampu masuk dan dipahami dengan baik.

Pemahaman yang terus ditingkatkan tentang pendidikan agama Islam tentu akan bisa membawa semangat pelajar dalam beribadah. Sebab, tak sedikit pelajar yang minim pengetahuan soal pendidikan agama Islam. Karenanya, dengan keterbatasan waktu dan jam belajar di sekolah, maka penyampaian pesan-pesan moral keagamaan melalui media massa ini diharapkan mampu menjadi strategi khusus dalam memajukan pendidikan agama Islam.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: