Menikmati Tugas Kuliah

Oleh : Rokhmat

Beberapa pekan lagi akan memulai aktivitas perkuliahan, tentunya akan berjibaku dengan berbagai materi yang sebelumnya belum pernah kita ketahui tentunya dengan padat praktikum, analisis yang berjibun dari tugas membuat makalah, resume dan lain-lain. Bagi mahasiwa baru mungkin sebagian sangat di nanti-nanti, entah pertemuan dunia kelas baru, teman kelas baru, guru baru dan materi-materi baru hingga sasaran target nyari yang bening-bening dengan merasa gue banget sekarang jadi mahasiswa yang bebas bergaya sok style dari rambut gondrong hingga tampilan fashion.

Memasuki awal matkul ( materi kuliah ) baik mahasiswa reguler atau eksekutive ngebludak full kehadiran. Tiga bulan hingga memasuki semester musim panca roba masih berlaku mulai muncul hawa males dan begah terlebih mendapatkan tugas dari pemateri yang rada galak penuh dengan aturan yang berimbas absensi kehadiran mulai pada kendor dengan berbagai alasan, tugas belum di bikinlah, males sama dosen anulah, sibuk gak ada waktulah. Setiap anak atau manusia juga merasakan hal yang sama.

Jika dilihat dari langkah yang diambil, barangkali kita perlu motivasi dan inspirasi dengan mindset bahwa kegiatan apapun yang baik di sikapi belajar  itu menyenangkan. Ambil contoh, ketika kita ingin lebih bermain atau biasa anak muda kopdar atau kongkow, tuntaskan lebih dulu tugas yang sudah kamu dapatkan entah tugas nyusun makalah atau tugas organisasi atau tugas pekerjaan kantor dan lain sebagainya. Yang jadi pertanyaan, apabila tugas tersebut datangnya bersamaan, ini biasanya kalau para aktifis sudah terbiasa. Namun bagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) akan lebih condong merasa terbebani dengan tugas kuliah. Nah hal tersebut kembali kita ingat tujuanmu kuliah apa..? Memulai belajar itu tidak mudah bagi sebagian orang, memulai pekerjaan sesuatu hal yang sulit untuk di lakukan. Bawaanya ingin menunda dan ingin mencari pengalihan agar tidak segera terealisasi. Padahal jika sudah proses pengerjaan tak ingat waktu, ini biasanya kerjaan para aktifis sampai bela-belain nggak pulang dan lupa makan apa lagi di temenin kopi tambah jadi bae. Saat kamu mulai merasa malas atau terbebani dengan banyak tugas kuliah datang, cobalah kembali untuk mengingat apa tujuan kamu kuliah. Jangan-jangan kagak tau kamu kuliah tujuannya mau ngapain hadeeeuh… Mungkin sedikit klise, namun ini akan jadi trigger kamu karena tidak ada kesuksesan yang diraih dengan malas-malasan. Semua butuh kerja keras, dan salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengingat terus cita-citamu.

Selanjutnya bikin reward sendiri (bukan jumowo) Dalam ilmu psikologi, ada istilah reinforcement dan punishment untuk membentuk suatu perilaku yang diinginkan. Jika kamu ingin membuat belajar atau mengerjakan tugas itu jadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis, buatlah penghargaan diri sendiri saat sudah berhasil melakukannya. Seleksi alam muncul hawa bosen, tentunya ada sebab akibat salah satunya bisa jadi materi terlalu susah karena di anggap salah jurusan atau Program studi, yang harus kita lakukan adalah konsultasi dengan dosen atau para senior terlebih dengan aktif mengikuti organisasi kampus baik internal maupun eksternal banyak ilmu yang tentunya tidak kita ketahui sebelumnya tanpa kita coba ikuti. Dan tentunya tidak ada ilmu yang tidak ada kemanfaatannya kalau tidak kita amalkan.

Dan tentunya jangan menunda tugas yang di berikan kepada kita mengingat menyepelekan tugas berimbas penumpukan tugas dan beresiko tidak terealisasi, saya ingat prinsip dalam berorganisasi planing, cek dan action bukan banyak bicara terlebih berleha-leha hehehe. Perlu kita ingat yaitu dengan mengimplementasikan do’a kedua orang tua kita sebagai motor motivasi untuk penyemangat dalam belajar dan mengerjakan tugas.

Coba sesekali kita tanya orang tua kita ” Yah, Bu sewaktu saya lahir apa do’a dan harapan kepada Tuhan yang belum terwujud..? “. Saya yakin semua sama jawabannya yaitu semoga anaknya kelak jadi anak sholih dan sholiha bermanfaat bagi agama dan bangsa. Perlu kita ingat orang tua membiayai sekolah dari PAUD hingga ke perguruan tinggi semata-mata untuk kebahagiaan anaknya kelak dalam menjalani hidup, bukan untuk beliau sendiri, berpuluh tahun beliau mengeluarkan anggaran untuk biaya sekolah kita. Bayangkan pabila beliau tahu ternyata anaknya malas-malasan dalam menuntut ilmu. Ada banyak hal yang tidak ingin kamu lakukan namun ternyata itu sangat bermanfaat bagi kamu. Insya Allah dengan mengingat hal di atas harapan Orang tua kita terwujud aamiiin. Semangat selalu untuk menjalankan tugas.

Salam Ngopi Nusantara

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: