Kembali ke Masa Lalu

Ilustrasi pasar tradisional.(bbs) | Kabar6.com
(Ilustrasi: Kabar6.com.)

Oleh: Atang Solihin (Praktisi UMKM)

Saat ini, kita dipaksa untuk tidak pergi ke mana-mana—di rumah aja—banyak kekhawatiran jika ngayab.

Semakin hari kasus Covid-19 bukan berkurang, justru jumlah terjangkit lebih meningkat jika dibanding jumlah yang sembuh. Beberapa daerah di Jawa Barat masuk zona merah, hal ini juga yang memberikan push yang kuat untuk sebagin orang harus tetap di rumah.

Walaupun sebagian lagi “terpaksa” melawan anjuran dan imbauan pemerintah karena harus berjuang untuk bertahan hidup.

Berpikir dan bertindak positif saja atas apa yang terjadi karena akan ada kemudahan di balik kesulitan.

Di balik kejadian luar biasa ini mari kita ambil hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Membincang Seksualitas dalam Islam

UMKM dan ojek adalah bagian yang terdampak lumayan (tanpa maksud mengesampingkan profesi lain).

Kembali ke masa lalu, judul ini memang ingin mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang dilakukan oleh orang tua kita zaman dahulu.

Coba kita apa yang dilakukan orang dahulu, belanja enggak ke mana-mana, cukup.di warung tetangga. Menggunakan jasa ojek kepada yang kenal.

Mari kita buat jaringan perdagangan dan jasa di sekitar kita yang hari ini ditinggalkan dan diabaikan oleh sebagian masyarakat, bukan hanya di kota.

Pemenuhan kebutuhan bisa disuplai dari orang di sekitar kita jika memang tidak ada maka baru boleh dari luar daerah melalui jasa orang sekitar kita. Dengan demikan, roda ekonomi akan berputar.

Perputaran uang tidak akan keluar atau jika keluar pun hanya beberapa persen saja karena memang untuk pemenuhan kebutuhan daerah tersebut.

Pelaku usaha tidak dimonopoli seorang saja agar ada perputaran. Setiap orang punya usaha, baik jasa atau produksi, untuk berada dalam lingkaran itu sebagai pemain bukan penonton.

Misal untuk makan dari padi ke beras. Petani padi akan memproduksi padi ada tempat jasa penggilingan padi jadi beras ada warung yang jual beras ada jasa angkutan. Bumbu sejenisnya, petani, jasa panen, jasa angkut warung.

Baca juga: Banjir dan Ujian: Naik Kelaskah Kita?

Garam tw ikan kebutuhan di luar daerah. Ada pengusaha atau lebih baiknya koperasi  ada jasa angkutan jasa kuli untuk sampai ke warung.

Demikian di tempat lain bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi daerah yang bersangkutan. Ketika produksi dan jasa dikerjakan secara bersama-sama tidak dimonopoli satu pihak, maka tidak akan ada keresahan. 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: